judi casino online

Semua Yang Perlu Di Ketahui Tentang Gambler Fallacy

Gambler fallacy adalah sebuah cakupan mengenai kekeliruan maupun blunder pemikiran yang di lakukan oleh seorang penjudi. Hal ini tidak hanya berlangsung pada seseorang atau sebagian orang saja tetapi bisa terjadi kepada setiap penjudi paling tidak sekali seumur hidupnya akan memiliki pemikiran keliru seperti ini.

Pemikiran ini mempercayai bahwa apabila sebuah kejadian yang sama terjadi secara terus menerus sebelumnya maka di masa mendatang kejadian tersebut akan berkurang kejadiannya. Kepercayaan seperti ini datang sendirinya dengan logika pikiran dan akan tampak jelas di saat berjudi. Contoh agar anda lebih mudah memahaminya adalah bahwa bila anda melihat hasil sebuah lemparan koin dengan dua sisi : kepala dan ekor, maka bila dalam 5 kali lemparan koin tersebut berturut turut memunculkan sisi kepala maka ada kepercayaan bahwa di lemparan selanjutnya akan memunculkan sisi ekor. Bila di lemparan ke enam masih muncul sisi kepala dan selanjutnya lemparan ke 7, 8, dan 9 maka keyakinan akan hasil lemparan kepala berbalik ke ekor akan semakin menguat. Inilah yang di maksud dengan kekeliruan pemikiran yang akan di kupas dalam artikel ini.

Penyebab Gambler Fallacy

Agar menjadi jelas anda perlu mengetahui kenapa pemikiran seperti ini muncul. Pertama sebuah koin hanya terdiri atas dua sisi yaitu sisi kepala dan sisi ekor. Dengan matematka dasar dan simpel maka semua penjudi tentu akan mengerti bahwa kemungkinan koin yang di lempar ini memiliki peluang yang sama besar antara kepala dan ekor. Dan semua perjudian yang seperti lemparan koin ini seperti judi dadu dalam taruhan besar kecilnya, judi rolet dalam taruhan merah dan hitamnya semua ini memiliki konsep yang sama yaitu perbandingan 1 : 1.

Dengan peluang 50% ini maka secara logika bahwa apabila koin di lempar akan memiliki peluang sama kuat untuk jatuh pada kedua sisi, maka dari itu bila sebuah sisi bermunculan terus menerus dan mengabaikan sisi lainnya maka wajar jika anda berpikiran sisi yang tidak muncul ini akan segera muncul karena peluangnya 50 : 50.

Lalu, pemikiran yang sangat masuk akal seperti ini kenapa di katakan keliru dan perlu di hindari?

Probablitias Dan Keacakan Yang Tidak Memiliki Pola

Jawabannya terletak pada hukum probabilitas itu sendiri dan apa yang di sebut dengan random atau acak.

Probabilitas itu sendiri bekerja secara adil dan sangat bisa di andalkan. Sebuah koin dengan dua sisi ini akan memuncul sisi manapun secara berimbang. Namun yang perlu anda pahami bahwa peluang atau probabilitas bekerja di bawah sifat acak yang ada secara alamiah.

Anda bisa saja melemparkan sebuah koin 10 kali dan mendapatkan sisi kepala 8 kai dan sisi ekor 2 kali, padahal peluangnya 50% untuk setiap sisi. Hasil 8 kali kepala dan 2 kali ekor ini di pengaruhi oleh keacakan yang di maksud. Namun jika anda mencoba meneruskan melempar koin sampai dengan 20 kali maka hasilnya bisa saja menjadi 12 kali kepala dan 8 kali ekor. Dengan hasil ini maka anda bisa melihat bahwa walau belum berimbang tapi hasilnya sudah mendekati probabilitas yang ada. Dan jika anda mencoba melempar dadu ini menjadi 1000 kali atau lebih maka anda akan melihat bahwa jumlah sisi kepala dan ekor yang muncul ini akan semakin mendekati probabilitas yang ada. Artinya hasil yang anda lihat dalam beberapa lemparan ini tidak bisa merefleksikan probabilitas yang ada karena anda cuma melihat probabilitas ini secara sebagian atau parsial.

Sebaliknya jika anda memperhatikan dalam sampel yang lebih besar maka probabilitas ini barulah akan terlihat dan terurai dengan jelas.

Keacakan sendiri juga merupakan sebuah hal yang unik dan terkadang sulit di mengerti. Hasil dari sebuah peristiwa seperti layaknya lemparan koin yang tidak bisa di prediksi inilah yang di sebut acak. Di 10 lemparan pertama bisa saja koin akan dominan muncul di sisi kepala. Namun bisa saja di 10 lemparan pada putaran lemparan 100an akan dominan muncul di sisi ekor dan kesemuanya ini tidaklah bisa di prediksi dan tanpa pola.

Sehingga apa yang menjadi kekliruan penjudi adalah memandang sebuah peristiwa lemparan koin ini sebagai sesuatu yang memiliki pola, padahal secara kenyataannya keacakan ini tidaklah bisa di prediksi.

Keacakan Bekerja Secara Independen

Satu hal lagi yang perlu anda ketahui dari sifat alami dari sebuah keacakan adalah cara kerjanya yang berdiri sendiri dan tidak bergantung pada hal lainnya.

Anda bisa saja melemparkan sebuah koin 10 kali berturut turut dengan hasil kepala namun di setiap lemparan ini tidak akan pernah mempengaruhi koin tersebut. Koin yang di lempar ini tidak bisa berpikir bahwa ia telah muncul di sisi kepala 10 kali dan untuk yang ke 11 kalinya maka ia harus jatuh ke sisi ekor. Koin yang di lempar ini benda mati dan tidak memiliki pikiran. Yang terpengaruh adalah anda yang melihat sebuah papan pencatat statistik yang menunjukkan 10 kali hasil lemparan kepala. Sedangkan koin tersebut mau di lemparan pertama atau lemparan kesebelas maupun lemparan ke seratus atau lemparan berapapun tidak memiliki memori. Selama koin tersebut masih memiliki sisi ekor dan kepala maka koin tersebut bisa jatuh pada salah satu sisi yang ada tidak peduli hasil sebelumnya seperti apa dan di lemparan berapa koin tersebut.

Sebuah contoh akan gambler fallacy yang sangat nyata terjadi di casino Monte Carlo di tahun 1913 pada tanggal 18 agustus. Kejadian ini tercatat dengan jelas dalam sejarah perjudian dimana bola rolet di malam itu jatuh ke angka lubang hitam selama 26 kali berturut turut dan membuat semua penjudi rolet di waktu itu kalah telak karena semua penjudi rolet di masa itu percaya bahwa hasilnya akan berbalik ke angka lubang merah. Namun seperti hukum dari keacakan yang di jelaskan di atas bahwa selama masih ada 18 angka hitam dan 18 angka merah dalam roda rolet maka bola tersebut bisa jatuh ke kedua warna angka tersebut tidak peduli di lemparan keberapa dan apapun statistiknya.